Senin, 10 Desember 2012

PENTINGNYA BERORGANISASI

Organisasi adalah sekumpulan dari orang-orang yang memiliki satu tujuan tertentu. Karena  memiliki tujuan tertentu, maka organisasi juga mengatur orang-orang yag menjadi anggota dengan berbagai macam usaha dan kegiatan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, organisasi menjadi sebuah kebutuhan nyata bagi manusia. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat berdiri sendiri untuk menjalankan kehidupannya. Kesehariaannya akan selalu bersinggungan dengan manusia yang lain. Persinggungan tersebut dapat menguntungkan (kerja sama) dan dapat pula merugikan (menghisap/menindas). Agar terjadi persatuan yang erat dari kelompok (golongan) manusia yang memiliki kepentingan (tujuan) yang sama, maka manusia tersebut harus membentuk organisasi sebagai wadah persatuan dan kekompakan. Organisasi yang akan mengatur (memimpin) usaha-usaha golongan tersebut agar terwujud tujuannya.
Cerita yang sering kita dengar di masyarakat adalah sepotong lidi akan mudah dipatahka, tapi apabila seikat lidi (seperti sapu) akan sangat sukar untuk dipatahkandan dapat pula kita pergunakan sebagai alat untuk membersihkan kotoran dan debu.

Agar kita mudah mengerti tentang tujuan (kepentingan) dari manusia, maka kita harus mengerti tentang kebutuhan-kebutuhan dasar (kebutuhan yang apabila tidak dicukupi, maka manusia tidak dapat melangsungkan hidupnya) manusia. Dari hakikat hidupnya manusia memiliki dua macam kebutuhan dasar, yaitu: kebutuhan jasmaniah dan spirituil. Kebutuhan jasmaniah berguna untuk mempertahankan dan menjaga kelangsungan hidup. Contohnya adalah: makan/minum, perumahan, pakaian, kesehatan. Sedangkan kebutuhan spirituil berguna untuk memperkaya pengetahuan dan memperkuat daya pikir sehingga manusia dapat selalu mengusahakan terwujudnya kebutuhan jasmaniah. Contohnya adalah: pendidikan dan kebudayaan yang lain. Dari kedua kebutuhan tersebut, kebutuhan jasmaniah menempati urutan pertama (pokok) untuk terlebih dahulu dipenuhi. Namun keseimbangan antara kebutuhan tersebut harus selalu dijaga.
Bila kita sudah mengetahui tentang kebutuhan dasar manusia, maka kita dapat merumuskan kepentingan-kepentingan (tujuan) dari manusia berserta usaha dan kegiatan yang dilakukannya untuk mewujudkan tujuan tersebut. Secara umum dapat kita rumuskan menjadi beberapa macam, di antaranya adalah:
1. Kepentingan Sosial-Ekonomi
Kepentingan sosial-ekonomi adalah kepentingan yang langsung menyangkut keleluasaan rakyat untuk bekerja dan mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya. Setiap orang tidak boleh menindas atau menghisap yang lain demi kepentingannya. Contohnya adalah upah yang layak bagi buruh, tanah garapan bagi kaum tani, keluasan berusaha bagi pedagang kecil, pendidikan gratis bagi seluruh rakyat. Hak tersebut bila dipenuhi dapat menambah daya produksi rakyat untuk semakin membangun masyarakat.
2. Kepentingan Politik
Kepentingan politik adalah hak untuk mengungkapkan kepentingan dan kehendaknya secara terbuka, agar semua orang mengerti kesulitan yang dihadapi satu sama lain. Contoh: kemerdekaan menyampaikan pendapat dan berkumpul di muka umum, berserikat (membentuk organisasi), saling menghormati di antara rakyat tanpa membedakan jenis kelamin, agama, kepercayaan, warna kulit, dan sukubangsa.

Kepentingan-kepentingan ini yang menjadi hak-hak dasar dalam kehidupan sosial kita bersama. Kepentingan sosial-ekonomi menjadi hak sosial-ekonomi, begitu pula kepentingan politik menjadi hak politik.

Bila uraian di atas (tentang kebutuhan dan hak-hak dasar) kita hubungkan dengan keseharian kita, maka kita membutuhkan organisasi yang sesuai untuk memperjuangkan hak-hak tersebut, maka kita perlu mengerti tentang macam-macam bentuk organisasi. 
Dari tujuan dan usaha yang dilakukan terdapat setidaknya tiga macam bentuk organisasi, yaitu:
a. Organisasi sosial
Organisasi sosial adalah orgnisasi yang memberikan pelayanan sosial bagi anggota atau masa diluar anggotanya. Umumnya organisasi sosial seperti ini mengandalkan pembiayaan dari pihak luar sebagai penyumbang atau donatur untuk menjalankan usahanya. Contoh dari organisasi sosial ini adalah: yayasan pendidikan, lembaga kesehatan, lembaga bantuan hukum. 
Biasanya organisasi ini hanya memberikan pelayanan saja. Mereka tidak langsung menjadi wadah perjuangan dari golongan massa rakyat. Karena mereka umumnya tidak berasal dari kalangan rakyat (terutama buruh dan tani). Mereka memang memiliki kepedulian, namun tidak dapat memimpin perjuangan karena tidak menjadi bagian langsung dari organisasi rakyat. Dan bila tidak bertentangan dengan tujuan dari organisasi massa, dia dapat menjadi pendukung.
b. Organisasi massa
Organisasi masa adalah organisasi yang mementingkan perjuangan sosial ekonomi dan politik sekelompok masa tertentu yang bersandarkan dengan kekuatan masa dari massa anggota dan massa non-anggotanya. Tempat di mana, rakyat dapat mengembangkan potensi dan menemukan wadah perjuangannya. Tempat mengembangkan potensi maksudnya, di dalam organisasi massa dapat diselenggarakan pendidikan-pendidikan sosial-ekonomi dan politik atau kegiatan lain yang dapat menunjang penghidupan. Namun tugas utama dari organisasi ini, tetap memperjuangkan kepentingan sosial-ekonomi dan politik (hak-hak sosek dan politik) dari pihak-pihak lain yang menyengsarakan mereka. Contoh dari organisasi ini adalah serikat buruh (bagi buruh), persatuan tani, persatuan pemuda, persatuan perempuan, dan lain-lain. Walaupun memperjuangkan hak dan kepentingan politik, namun organisasi massa harus sanggup menjaga kemandirian dan kedudukannya dari organisasi politik.
c. Organisasi politik
Organisasi politik adalah organisasi yang memperjuangkan kepentingan sosial-ekonomi dan politik anggotanya dan massa non-anggotanya, namun memiliki tujuan khusus untuk mengubah politik (kebijakan) pemerintahan suatu negara. Organisasi ini dalam kiprahnya memang bertujuan untuk menguasai negara. Contohnya adalah partai politik. Dalam pengalaman kita selama ini, partai politik hanya berfungsi ketika akan ada pemilihan umum. Artinya hanya memiliki kiprah yang sesaat. Para pemimpinnya terpisah jauh dengan anggota, dan (apalagi) dengan massa non-anggota. Ini karena partai politik didirikan hanya untuk kepentingan satu orang (atau segelintir orang) yang mengatasnamakan rakyat yang luas. Partai politik seperti ini yang tidak mencerminkan organisasi politik yang baik. Dan mencemarkan makna kata “politik”.

Setiap organisasi memiliki watak nya masing-masing, tergantung  dari tujuan dan usahanya (cara berjuangnya). Watak ini yang akan menunjukkan pada masa umum (baik anggota maupun diluar angggota) kesungguhan organisasi mewujudkan cita-citanya. Banyak organisasi yang menyatakan mengatasnamakan rakyat atau mengaku membela kepentingan rakyat. Namun tidak semuanya benar-benar milik rakyat. Nah, organisasi yang benar-benar yang sejati milik rakyat adalah organisasi yang memiliki watak (ciri) sebagai berikut:
- Berdiri diatas kaki sendiri
Yang dimaksud berdiri diatas kaki sendiri adalah organisasi tersebut benar-benar dibangun
dari bawah, dari rakyat. Organisasi tersebut menghidupi dirinya sendiri dan tidak tergantung
dari pihak luar. Walaupun bila memiliki kekurangan dari usaha sendiri dapat menerima
bantuan dari pihak luar. Namun tidak boleh mengubah tujuan dan usaha organisasi.
-  Membangun persatuan di atas kalangan anggota atau masa rakyat non anggota. 
Yang dimaksud disini adalah kita mengutamakan pertemuan (rembugan) dalam memutuskan
sesuatu. Tidak boleh ada yang memaksakan keinginannya untuk diikuti yang lain. Pertemuan
bertujuan memutuskan langkah-langkah yang akan diambil. Bila sudah ada keputusan, maka
mengikat seluruh jajaran organisasi tanpa terkecuali. Jadi kita mengutamakan demokrasi,
namun tidak liberal (semau-maunya) dan bukan pula komando (hanya mengikuti atasan).
Kedua hal tersebut yang akan merusak persatuan kita.
- Konsisten dan keras membela kepentingan rakyat
artinya kita tidak boleh begitu saja menyerah berjuang untuk kepentingan kita sendiri. Usaha
harus terus kita lakukan dengan pertimbangan bersama.

Cara berjuang dalam melakukan perjuangan dapat dilakukan dengan berbagai cara salah
satunya dengan melakukan aksi. Aksi sendiri adalah langkah yang diambil organisasi
(terutama yang bebrbentuk organisasi massa) untuk memperjuangkan hak-hak sosial
ekonomi dan politiknya. Aksi meliputi berbagai macam kegiatan, yang intinya berisi
menanyakan, mengusulkan, menolak, dan mengubah. 
Langkah yang paling ringan adalah menanyakan tentang suatu kebijakan dari pihak pengambil
kebijakan yang (setelah dibicarakan dengan massa luas dan didiskusikan dalam organisasi)
dirasakan merugikan kita. Menanyakan berfungsi untuk meminta penjelasan, apakah kebijakan
tersebut keliru kita pahami atau tidak. Bila setelah mendapat penjelasan dari pihak pengambil
kebijakan dan tidak ada kekeliruan penangkapan lagi, namun kebijakan tersebut masih
dirasakan merugikan kita. Maka, kita berhak untuk mengusulkan agar kebijakan tersebut tidak
diberlakukan atau ditinjau kembali. Dalam perkembangannya, bila pengambil kebijakan masih
bersikeras menjalankan kebijakan tersebut, dan memicu ketidakpuasan yang meluas di
kalangan rakyat. Maka, kita bisa mengambil sikap untuk menolak kebijakan tersebut. Dan
meminta untuk diubah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rakyat. Jadi sudah barang tentu
kita, juga membuat usulan yang lengkap mengenai kebijakan yang tidak merugikan rakyat.
Para pengambil kebijakan dalam hal ini adalah pemerintah, majikan, atau tuan tanah.

Untuk mewujudkan langkah kita dalam bentuk tindakan (aksi), kita dapat menggunakan
cara-cara yang umum sudah terjadi dalam kehidupan demokras, yaitu:
a. Petisi
Petisi adalah mengumpulkan tanda tangan untuk membuat surat pernyataan, yang intinya
berisi pertanyaan, usulan atau sikap yang lainnya. Sebagai wujud bahan pernyataan tersebut
mencerminkan sikap para pendukungnya yang telah menandatangani.
b. Dengar pendapat
Dengar pendapat dilakukan dengan mengadakan forum terbuka dengan pihak pengambil
keputusan yang dirasa merugikan rakyat. Forum ini bisa diikuti perwakilan ataupun diikuti
secara umum.  
c. Demonstrasi
Demonstrasi adalah menyatak pendapat dimuka umum. Seperti dijalan raya ataupun tempat
tempat umum bahkan kantor dimana tempat pengambilan kebijakan. Tujuannya agar pendapat
kita diketahui oleh para pengambil kebijakan dan rakyat secara luas. Bila suara kita dapat
dikabarkan luas, maka akan muncul pendapat di kalangan rakyat. Pendapat ini yang dapat
menyempurnakan tuntutan kita. Sehingga dapat menekan para pengambil kebijakan untuk
mendengarkan suara rakyat. 
d. Rapat umum 
yaitu mengadakan pertemuan besar dilapangan, tanah luas, jalan raya, atau didepan kantor
pengambil keputusan atau kebijakan dengan tujuan agar tuntutan rakyat segera dipenuhi. 
Rapat umum dapat diselenggarakan dengan mengorganisasikan dan menggerakkan massa
rakyat luas yang menjadi anggota atau bukan anggota dari organisasi. 

Disamping mengadakan aksi untuk memperjuangkan hak-hak, organisasi massa juga dapat
menyelenggarakan  kegiatan lain untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kemampuan,
dan menambah anggota. Kegiatan tersebut pendidikan, kursus-kursus keterampilan,
percobaan produksi, olah raga dan rekreasi atau kegiatan lain. Pada intinya kegiatan yang
diadakan untuk mendukung perjuangan yang sedang dijalankan oleh organisasi massa dan
dapat memperkuat organisasi massa.

Dalam menjalankan sebuah organisasi diperlukan orang-orang yang menjalankannya atau disebut perangkat dari oraganisasi tersebut. Perangkat organisasi terdiri dari susunan organisasi yang sengaja dibuat untuk membagi masing-asing tugas dari individu dalam menjalankan organisasi tersebut. Susunan organisasi massa dibuat sesuai dengan prinsip organisasi terpusat dan bekerja secara kolektif. Ini artinya tetap berpegang pada pertemuan yang  demokratis, namun apabila sudah diambil suatu keputusan, maka semua jajaran wajib melaksanakan keputusan tersebut. Susunan organisasi mencerminkan sikap utuh dari pimpinan dan anggota. Pimpinan bukan seseorang yang memiliki hak istimewa. Dia tetap setara dan sejajar dengan anggota dalam menentukan keputusan. Sebaliknya anggota tetap harus menghormati pimpinan, karena dia memiliki tanggung jawab yang lebih. Dan para anggota harus mempunyai komitmen (pendirian) untuk selalu menjaga dan memperkuat persatuan organisasi.
Bila dalam organisasi yang kita kenal memiliki perangkat: ketua, sekretaris dan bendahara. Dengan ketua diibaratkan sebagai bapak, sedangkan bendahara dan sekretaris diibaratkan sebagai ibu dan anggota diibaratkan sebagai anak. Susunan tersebut akan menjauhkan pimpinan dengan anggotanya. Dan unsur yang aktif di dalam organisasi hanya para pimpinan. Maka perpecahan akan mudah terjadi karena banyak pihak akan berebut posisi tersebut (karena sangat berkuasa).
Bagi organisasi berwatak demokratis, susunan organisasi harus tetap memuat prinsip demokrasi terpusat dan kerja kolektif. Sejauh ini sistem paling efektif adalah sistem komite. Yang dimaksud sistem komite itu sendiri adalah kita memilih sejumlah orang untuk menjadi pimpinan. Badan pimpinan tersebut memiliki tanggung jawab kolektif dan tanggung jawab perorangan. Wujud dari tanggung jawab kolektif adalah bahwa semua keputusan harus berdasarkan rapat dan kesepakatan bersama. edangkan tanggung jawab perorangan diwujudkan dengan tetap dibaginya badan pimpinan tersebut dengan fungsi-fungsi kepemimpinan dan kerja (seperti ketua, sekretaris, bendahara, dan bagian-bagian kerja).
Ciri yang lain, adalah bahwa organisasi ini bersandarkan pada kekuatan basis. Artinya organisasi tingkat basis adalah mutlak diperlukan dan menjadi sumber kekuatan dan kegiatan yang utama.
 

Selain susunan organisasi, dalam suatu organisasi dibutuhkan juga aktivis (organisatoris)yang muncul dari umumnya organisasi tersebut. Mereka adalah tulang punggung organisasi. Mereka yang rela meluangkan waktu untuk kerja-kerja organisasi.
Para aktivis harus memiliki komitmen (pandangan, pendirian, sikap, dan tindakan). Dia tidak boleh jumawa dan elitis, namun juga tidak boleh minder dan nglokro. Dia tetap harus rendah hati namun yakin dan percaya diri, agar selalu mempunyai komitmen seperti itu, maka para aktivis harus selalu dekat dengan rakyat yang menjadi anggota atau tidak dari organisasi massa dan senantiasa belajar untuk mengembangkan diri. Karena sejarah mencatat bahwa kehendak dan tindakan rakyat yang mengubah nasib mereka (menciptakan perubahan). Sikap sombong, angkuh, merendahkan orang lain, menggurui, dan jumawa adalah sikap yang elitis, atau dengan kata lain adalah sikapnya para penguasa yang keblinger.
Organisasi yang baik adalah yang memiliki banyak aktivis. Maka, pendidikan dan kursus di dalam organisasi harus selalu dijalankan dan ditingkatkan. Sekali lagi pendidikan dan kursus tersebut harus juga memuat kebutuhan sosial-ekonomi, produksi, dan politik.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar